Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘profil’ Category

Profil Andrea Hirata

Nama Andrea Hirata Seman Said Harun, atau yang lebih sering dikenal dengan Andrea Hirata, menjadi tersohor di dunia sastra setelah buku pertama dalam tetraloginya, yaitu Laskar Pelangi menyentuh hati banyak kalangan. Pria yang mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (S1), Universite de Paris Sorbonne Perancis dan Sheffield Hallam University Inggris (S2) ini ternyata rela menyebrangi rawa untuk makan buah hutan dan pernah mencoba kopi yang bikin ‘fly’. Nah lho. Berikut petikan hasil wawancara kami dengan penulis yang asli dari Belitong ini..

T : Mas Andrea, kapan sih pindah ke Bandung?

J : Kira-kira dua tahun yang lalu, karena sebagai pegawai Telkom saya terikat perjanjian bersedia dipindahkan kemana saja.

T : Makanan tradisional apa yang paling enak di Belitong?

J : Orang Belitong memiliki masakan khas yang disebut gangan. Masakan ini hampir setiap jari disiapkan oleh setiap keluarga. Gangan seperti gulai ikan yang dimasak dengan kunir sehingga warnanya kuning. Jika yang dimasak daging, bumbunya dicampur daun salam dan cikur.

T : Waktu masa kecil dulu dengan laskar pelangi, ada makanan nostalgia nggak, Mas?

J : Oh, ya banyak sekali ! Dulu kami suka makan buah-buah hutan yang kadang-kadang bentuk, warna, dan rasanya aneh-aneh. Misalnya buah berang yang tersembunyi di balik cangkang yang keras sehingga kalau mau dimakan, cangkangnya itu harus dipecahkan dengan batu. Atau buah bintang yang mengambilnya harus menyeberangi rawa-rawa dan hanya berbuah pada bulan Maret. Di Bandung sih nggak ada buah seperti itu.

T : Mas, di mana mencari masakan Belitong di Bandung?

J : Dulu, dekat asrama mahasiswa Belitong di jalan Supratman ada warung yang menyajikan gangan, yang membuatnya justru ibu orang Bandung asli. Tapi beliau kok bisa ya ? Rasanya persis seperti buatan orang-orang tua kami di Belitong, sayangnya warung itu tak ada lagi.


T : Untuk makanan tradisional Indonesia, apa yang paling Mas Andrea suka?

J : Dulu saya suka sop betawi, tapi karena dokter Telkom bilang kolesterolnya naik, wah jadinya jarang-jarang makan sop betawi, sekarang saya lagi doyan karedok.


T : Makanan tradisional yang menurut Mas Andrea paling aneh?

J : Saya pernah dinas di Telkom Medan, ada yang jual Es Kosong. Saya pikir apa, nggak taunya air putih pakai es saja. Sedangkan yang rasa dan bahannya paling aneh menurut saya adalah masakan Belitong yang namanya Pekasam, luar biasa memualkan karena mahluk laut yang hampir busuk diawetkan di dalam botol dengan cuka.

T : Makanan Sunda favorit Mas Andrea apa?

J : Ya karedok, di warung-warung makanan Sunda biasanya pasti ada

T : Tempat makan favorit di Bandung?

J : JIka sedang ingin masakan sunda saya ke Ampera, jika sedang ingin konro saya datang ke warung konro dekat kantor saya di daerah Geger Kalong. Saya sibuk sekali di kantor, jadi lebih sering pesan makanan Jepang lewat telepon.


T : Sekarang ini anak muda jaman sekarang kurang mengenal makanan tradisional. Menurut Mas Andrea bagaimana ?

J : Betul sekali, tak ada lagi orang muda yang mau makan Pekasam atau anak kecil Belitong yang ke hutan mencari buah berang seperti kami dulu.


T : Punya pengalaman menarik tentang makanan, Mas?

J : Sewaktu libur kuliah dulu, saya backpacking ke Sisilia, Italia. Waktu itu masih subuh dan saya baru turun dari kapal ferry, saya mampir ke sebuah kafe kecil di Messina. Saya memesan secangkir kopi yang namanya aneh, lalu datanglah kopi itu. Saya mulai curiga karena gelasnya kecil sekali, tapi saya lihat orang sekeliling saya minumnya sekali tenggak, saya coba saja menenggaknya sekaligus, lalu saya rasakan dunia berputar. Saya ditertawakan setiap orang di dalam kafe itu. Sampai sekarang, saya tidak tahu itu kopi apa..Haha..

Advertisements

Read Full Post »