Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘makanan tradisional’ Category

Nilai : 7 / 10

Klasifikasi resto : masakan sunda

Spesialisasi : pindang ikan mas, peda bakar, ayam goreng Cisaga, Es Kopi Nyereung, kue balok

Alamat : Jl Trunojoyo 62

Delivery : 022-420 3650

Jam buka : 10.00-22.00 (hari biasa)/ 06.00-22.00 (minggu)

Harga : ± Rp. 15.000,-Rp. 20.000/orang Pilihan editor : ayam goreng cisaga, sambel oncom, pindang ikan mas

Komentar : atmosfer kampungnya asyik !

“Omat, upami tuang 5 ulang ngaku 1, sing karunya ka emang, Da Gusti mah Maha Uninga”

Tulisan di spanduk besar dan salam hangat dari Mang Barna menyambut kami, ketika menyambangi rumah makan berkonsep warung kampung ini. Keramahan dan kehangatan. Itulah yang ingin digambarkan Warung Nasi Bancakan Mang Barna dan Bi Oom di dekat Gedung Sate, yang berdiri sejak 17 Oktober 2007.

Pernak-pernik kampung memperkuat konsep warung ini, seperti lampu petromaks, teko seng, termos ala kampung nenek, cocok dengan piring dan gelas teh yang juga terbuat dari seng. Dinding-dindingnya dihiasi poster Shahrukh Khan, Kajol, Iwan Fals, Bung Karno, juga Kurt Cobain. Sementara di meja kasir ada juga cemilan jadul permen karet bola warna-warni dan coklat payung.

Tak hanya itu yang unik dari Nasi Bancakan, tapi juga dapur dengan hawu (tungku) yang menggunakan kayu bakar untuk membuat nasi liwet dan menu lainnya. Tidak heran, semua menu yang dibakar memiliki aroma dan rasa yang khas. Aneka menu khas Nasi Bancakan seperti ayam goreng cisaga, pindang ikan mas, jengkol goreng, beuleum peda (peda bakar), balakutak, ulukuteuk leunca, dan lainnya, semuanya dihidangkan di atas mangkuk-mangkuk seng besar untuk menemani Nasi Liwet atau timbel. Tinggal pilih dan ambil sesuka kita. Semua itu disajikan lengkap dengan sambal terasi dan sambel oncom tak ketinggalan lalapan. Rasanya? Orisinil, khas masakan rumah. Sambel terasinya pedas dan rasa terasinya mantap. Kreceknya juga memiliki aroma pete yang kental.

Bagi Anda yang ingin sarapan, datanglah ke sini pada hari Minggu. Anda dapat menikmati doclang, bubur hayam kampung, sangu goreng, dan kupat tahu.

Jangan lupa, di sini juga ada berbagai macam gorengan (gehu, tahu aci, perkedel, pisang goreng) atau kue balok (mirip kue pukis) untuk oleh-oleh.

Read Full Post »

Nilai : 7.5 / 10
Klasifikasi resto : Masakan Indonesia
Spesialisasi : Ikan bawal (hitam dan putih), ikan kerapu, cumi
Alamat : Jl. Dipati Ukur no. 1 (di halaman Flashy distro)
Delivery : 70233461 minimal order Rp. 50.000,-
Jam buka : 11.00-22.00 (hari biasa)
Harga : ± Rp. 25.000,-/orang
Pilihan editor : Ikan bawal putih goreng bakar, cumi bakar

Kali ini kami berkunjung ke kedai spesialis ikan bawal yang cukup nyaman di daerah Dago, Reds Dipo. Kenapa Reds Dipo? Menurut salah satu pemilik kedai ini, Rendy, ‘Reds’ diambil karena para pemiliknya merupakan penggemar Liverpool (The Reds), makanya jangan heran, semua perlengkapannya menggunakan warna merah. Sedangkan ‘Dipo’ diambil dari Diponegoro, pasalnya kedai ini pertama kali buka tahun 2003 di jalan Diponegoro. Tapi mulai Desember 2007 cuma buka di satu tempat, yaitu di Dipati Ukur.

Kami memesan menu favorit pengunjung, ikan bawal putih goreng bakar (Rp. 20.500,-), cumi bakar (Rp. 18.000,-), cah kangkung (Rp. 6.000,-), saus asam manis (Rp. 2.000,-), dan kerang rebus (Rp.10.000,-). Ikan bawalnya enak banget, garing sampai dalam, wangi, dan manis. Kalau hanya digoreng, ikannya garing sampai ke dalam. Kalau dibakar saja, aromanya lebih wangi tapi dalamnya masih sedikit basah dan kadang-kadang masih tercium anyirnya. Karena metodenya yang unik ini, menu goreng-bakar ini merupakan menu andalan Reds Dipo. Cumi bakarnya juga enak, tidak terlalu lembut, tapi tidak terlalu alot juga. Dua-duanya sedap dimakan bersama saus asam manis, yang segar banget disajikan dengan potongan nanas segar. Cah kangkungnya berkuah ringan dengan bumbu tauco yang oriental. Semuanya lebih lengkap kalau dimakan sama sambel Tyson. “Sambel di sini diberi nama Tyson oleh salah satu media karena rasanya yang ‘nonjok’ banget,” ujar Rendy.

Selain bawal putih, di sini ada juga gurame, kerapu, ikan bawal hitam, dan yang spesial, ikan bawal putih. Tidak perlu khawatir dengan kualitas ikan yang ada di sini. Semua ikan didatangkan dari pantai selatan, yang kualitasnya lebih baik dari ikan dari pantai utara yang konon tercemar berat.

Tidak hanya makanan saja yang enak di sini. Jika datang pada Jumat malam, Anda dapat bersantai menghabiskan akhir pekan ditemani live music.

Read Full Post »

Nilai : 8.5/10
Klasifikasi Resto : Masakan Jawa
Spesialisasi : Sambal
Alamat : Jl. H. Juanda, Dago (sebelah Erdward Forrer)
Delivery : 022 708 31500
Jam Buka : 10.00 – 23.00
Harga : Rp. 15.000, – 20.000, / orang
Pilihan Editor : Sambal Belut, Wader Goreng, Trancam
Komentar : Nasi bisa tambah sepuasnya

Memasuki Kedai SS yang cukup nyaman dan bersih, saya langsung mengambil tempat duduk lesehan di pojok. “Restoran ini franchise dari Yogyakarta, tapi untuk menyesuaikan dengan lidah Sunda, tingkat kemanisan makanan kita kurangi, dan tingkat kepedasan juga bisa diatur, mulai dari yang sedang sampai yang super pedas,” papar Agus, manajer operasional SS yang saya temui waktu itu.

Sambal pertama yang saya coba adalah Sambal Teri (Rp.2000,). Hmm, teri yang berukuran sedang dicampur dengan sambal basah yang menggigit. Namun saya ketagihan dengan rasa renyah dan gurih dalam Sambal Belut andalan SS (Rp.4000,). Saya hampir tidak berani mencoba Sambal Goreng Bawang Merah super pedasnya, namun ternyata rasanya bikin ketagihan. Ternyata yang membuat rasa semua sambal di SS ini begitu khas adalah terasinya yang khusus dipesan dari Yogyakarta.

Makanan yang kami pesan adalah Wader Goreng (sejenis impun) dan Saluang (ikan khas Palembang). Rasanya renyah karena digoreng dengan tepung dan sangat cocok menjadi teman makan nasi. Kemudian ada Trancam yang berisi kacang panjang dan timun bertabur kelapa parut berbumbu. Namun Anda harus mencoba Telur Dadar Gobal-Gabul favorit saya. Sebenarnya ini telur dadar biasa diisi dengan cengek, bawang merah, daun bawang, dan tomat. Namun rasanya sangat gurih dan ‘ramai’. Usut punya usut, gobal-gabul berasal dari bahasa nyeleneh Yogya,yang artinya campur-campur.

Usai menyantap makanan, Anda boleh coba mengakhirinya dengan Pinky Girl yang berisi campuran strawberry dan pepaya serta Mata Maling yang berisi jus strawberry dan selasih (Rp.6000,), atau siap-siap disambut kesegaran Hawaiian Dancing yang merupakan paduan jus apel dan nata de coco (Rp.7000,).

Penasaran ? Datang saja ke kedai yang sudah membuka cabang di Jakarta, Magelang, Solo, dan Klaten ini. Dijamin Anda pasti berkeringat !

Read Full Post »